CONTOH PEMROGRAMAN C++ DENGAN ALGORITMA POW

 Berikut ini adalah contoh program C++ yang menggunakan algoritma proof-of-work (PoW) untuk menambahkan sebuah transaksi ke dalam blockchain :

#include <bits/stdc++.h> #include <cstdint> #include <iostream> #include <sstream> #include <string>

using namespace std;

// Fungsi untuk menghitung hash dari sebuah string string calculateHash(string data) { // Gunakan SHA-256 sebagai fungsi hash unsigned char hash[SHA256_DIGEST_LENGTH]; SHA256_CTX sha256; SHA256_Init(&sha256); SHA256_Update(&sha256, data.c_str(), data.size()); SHA256_Final(hash, &sha256); stringstream ss; for (int i = 0; i < SHA256_DIGEST_LENGTH; i++) { ss << hex << setw(2) << setfill('0') << (int)hash[i]; } return ss.str(); }

// Fungsi untuk mengecek apakah hash yang dihasilkan sesuai dengan // kriteria yang ditentukan bool isValidHash(string hash, int difficulty) { // Kriteria yang ditentukan adalah jumlah nol yang harus ada di awal hash for (int i = 0; i < difficulty; i++) { if (hash[i] != '0') { return false; } } return true; }

int main() { // Buat sebuah transaksi baru string data = "Ini adalah sebuah transaksi";

// Tentukan tingkat kesulitan mining (jumlah nol yang harus ada di awal hash) int difficulty = 4;

// Selesaikan masalah PoW untuk menambahkan transaksi ke dalam blockchain string hash = ""; int nonce = 0; // Nonce adalah nilai yang ditambahkan ke data untuk menghasilkan hash yang berbeda while (!isValidHash(hash, difficulty)) { stringstream ss; ss << nonce << data; // Tambahkan nonce ke data sebelum dihash hash = calculateHash(ss.str()); nonce++; }

cout << "Transaksi berhasil ditambahkan ke dalam blockchain dengan hash: " << hash << endl;

return 0; }

Pada program di atas, fungsi calculateHash() menggunakan SHA-256 sebagai fungsi hash untuk menghitung hash dari sebuah string. Fungsi isValidHash() kemudian digunakan untuk mengecek apakah hash yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan, yaitu jumlah nol yang harus ada di awal hash.

Proses mining atau penambangan dilakukan dengan menghitung hash secara terus-menerus sampai hash yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Untuk menghasilkan hash yang berbeda, nilai nonce ditambahkan ke data sebelum dihash. Dengan demikian, setiap kali hash dihitung, nilai nonce akan berbeda, sehingga hash yang dihasilkan juga akan berbeda.

Nilai nonce yang ditambahkan ke data harus cukup besar agar dapat menghasilkan hash yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Jumlah nol yang harus ada di awal hash dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Semakin banyak nol yang harus ada di awal hash, semakin sulit proses mining akan dilakukan, namun jaringan akan semakin aman dan terjamin integritasnya.

Program di atas hanya merupakan contoh sederhana yang tidak lengkap. Untuk implementasi algoritma PoW yang sebenarnya, perlu ada beberapa tambahan dan modifikasi pada kode program di atas, tergantung pada kebutuhan dan kriteria yang ditentukan.

Comments

Popular posts from this blog

Makalah Deadlock

Makalah Keterampilan Memfasilitasi atau Fasilitator, Mendengarkan dan Memberi Umpan Balik

Makalah sistem bus komputer